Selasa, 17 Januari 2023

Pandangan yang Bertolak Belakang

Sekolah merupakan tempat para siswa menimba ilmu. Di sekolah, kita juga bisa mengikuti berbagai ekstrakurikuler, mulai dari bidang musik, olahraga, olimpiade, pasukan khusus sekolah, dan masih banyak lagi. Dan yang pasti, ekstrakurikuler tersebut juga aktif mengikuti event yang ada.

Dalam suatu waktu, terdapat event - event mulai dari individual sampai berkontingen. Hal ini menimbulkan pandangan pro dan kontra dari banyak kalangan. Apa permasalahan itu? 

Pandangan kontra berpendapat bahwa yang mengikuti event tersebut kebanyakan adalah kelas XII, dimana seharusnya mereka sudah harus fokus pada kegiatan pembelajaran yang tinggal 2 bulan ini. Sedangkan pandangan pro berpendapat bahwa event tersebut memiliki peluang yang besar untuk menang dan sertifikatnya sangat berguna karena digunakan sebagai penunjang masuk ke universitas atau sekolah tinggi lainnya. 

Berpendapat merupakan hak semua orang. Tidak ada yang salah dari pandangan pro maupun kontra. Karena apabila ketika siswa menjuarai event tersebut, sekolah akan mendapatkan kebanggaan. Dan siswa pun harus bisa mempertanggungjawabkan keputusannya agar siap menerima konsekuensi dari mengikuti kegiatan tersebut.

Selasa, 29 November 2022

Siap Menjawab Tantangan sebagai Seorang Pelajar




Kita sebagai pelajar memiliki andil yang penting bagi masa depan di bangsa ini. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pelajar seperti kita dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan masa depan. 

Dengan segala kelebihan, kekurangan, dan kemampuannya, pelajar digembleng dengan sedemikian rupa. Karena ditangan merekalah tongkat estafet pemerintahan bangsa ini akan diwariskan oleh pendahulu. Masyarakat memiliki harapan yang besar kepada para pelajar agar dapat memegang amanah demi kesejahteraan masyarakat yang lebih terjamin.


Alasan mengapa pelajar dikatakan sebagai generasi emas adalah karena pelajar merupakan sumber daya manusia sekaligus tulang punggung dan penerus bangsa. Tetapi tanpa kerja keras dan keinginan yang kuat mereka tidak lagi menjadi generasi emas yang bemakna. Kunci kesuksesan berada pada kerja keras dan keinginan mereka yang itu pulalah yang menjadikan mereka menjadi generasi emas yang lebih bermakna. Keinginan yang dimaksud bisa berasal dari diri sendiri ataupun dorongan dari luar, misalnya dorongan dari keluarga, teman, maupun guru.

Dengan begini, pelajar tidak dipandang lagi memiliki kelemahan. Tetapi pelajar akan dipandang memiliki kemampuan untk bersaing. Jika pelajar tidak memiliki keinginan dan kerja keras sama saja dia berada di titik nol. Apabila sudah begitu, negara kita sama saja seperti menyiapkan bom bunuh diri karena tidak memiliki generasi yang berkompeten. 

Maka dari itu, pelajar harus didorong agar memiliki keinginan dan mau bekerja keras di berbagai aktivitas berbangsa dan bernegara. Jika hal ini sudah dilakukan, sesungguhnya negara ini sudah dilakukan, sesungguhnya negara ini sudah berinvestasi yang tidak mungkin mengalami kerugian. Generasi emas yang sudah disiapkan diharapkan bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara daripada generasi yang sebelumnya. 


Artikel ini ditulis berdasarkan : https://pingkanhendrayana.blogspot.com/2021/07/pelajar-siap-menjawab-tantangan.html?m=1

Dua Kubu Warga Sekolah

       Sejak tahun 2015 lalu, pemerintah menegaskan bahwa perpanjangan program wajib belajar di Indonesia yang semulanya hanya 9 tahun menja...